Berharap Dalam Membisu (Renungan)

 untuk hal lain Kita juga sering berharap Berharap Dalam Diam (Renungan)Jika bicara duduk masalah cinta, tentu akan ada yang namanya berharap. Bahkan bukan hanya ihwal cinta saja, untuk hal lain Kita juga sering berharap. Berharap ihwal sesuatu yang Kita inginkan. Dalam impian itu, Kita sering sekali mempunyai keinginan semoga impian itu segera terwujud. Tapi sayangnya, banyak dari Kita yang berharap tapi tidak menunjukkan tindakan apa-apa. Kita berharap tapi hanya membisu saja.

Apalagi berharap sesuatu dari Orang lain. Lebih khusus lagi duduk masalah perasaan ihwal cinta. Kita sering berharap pada Seseorang, akan tetapi Kita hanya menunggu impian itu terkabul oleh tindakan Orang lain. Semakin dalam impian Kita, biasanya Kita semakin sering kecewa.

Lebih menyakitkan lagi, apa yang Kita harapkan tidak diketahui oleh Orang lain. Dari itu akan membuat rasa kecewa, kesal, bahkan murka terhadap Orang terkait. Semakin Kita diam, semakin usang justru semakin menyakitkan. Dia menyerupai tidak mau berusaha untuk mencari tahu apa yang sebetulnya Kita inginkan.

Lama semakin lama, Kita kemudian berpikir Orang tersebut tidak sesuai dengan keinginan Kita, Dia tidak dapat mengerti Kita. Setiap Kita melihat atau mendapat tindakan juga perilaku darinya yang tidak sesuai impian Kita, Kita merasa jengkel dan marah. Itu akan terjadi meskipun sebetulnya niat Dia itu baik.

Apa yang Dia lakukan, selalu tidak sesuai. Kita merasa Dia selalu salah meskipun dari cara pandang Dia, itulah hal terbaik yang perlu dilakukan. Hingga akhirnya, Kita melihat Orang lain yang mempunyai potensi dapat mewujudkan impian Kita. Ada keinginan untuk menyerahkan impian Kita pada Orang lain meskipun dalam Diam. Lama semakin lama, semua yang Kita impian tidak dapat diwujudkan oleh Orang lain tersebut.

Dampak jangka panjang, Kita semakin merasa kecewa dengan siapapun. Pasangan menyerupai apapun, pada alhasil selalu memberi Kita kekecewaan. Kita Diam dan berharap, pasangan seolah tidak pernah dapat mengerti keinginan Kita. Jika ini terus berlanjut, Kita alhasil berharap ada Orang yang dapat memenuhi impian Kita meskipun Kita tidak mengungkapkannya.

Dari balik semua ini, Kita sering melewatkan dan menyia-nyiakan Orang yang sebetulnya sempurna untuk Kita. Kita sering membuang peluang untuk bersama Orang yang sebetulnya sesuai yang Kita butuhkan. Memilih dan memilih, bukan mustahil pada akhinya Kita terjebak pada hubungan yang buruk. Dengan Orang yang hanya bersandiwara pada awalan dan alhasil jauh dari pasangan-pasangan yang sudah Kita sia-siakan.

Dari ini, perlu Kita ambil pelajaran, bahwa segala hal itu perlu untuk diperjuangkan, perlu Kita bangun, dan tentu saja perlu Kita berikan tindakan. Semakin terbiasa Kita berharap dalam diam, semakin sakit Kita menghadapi kehidupan. Dan juga, Kita akan menjadi pemalas, menjadi Orang yang enggan untuk berjuang. Jika memang punya impian jangan hanya diam, ubah cara pandang dan beruaha tahu menyerupai apa kondisi Dia. Lakukan tindakan semoga tidak ada salah paham, dan yang terperinci dapat mendapat kepastian apakah impian itu akan terwujud atau tidak. Dengan begitu Kita tidak akan terlalu kecewa pada akhirnya.

Comments

Popular posts from this blog

5 Kelebihan Perempuan Yang Jarang Dimiliki Pria

4 Tanda Pacar Sedang Menjaga Perasaan Orang Lain

12 Tanda Pemuda Naksir Tapi Ingin Kau Yang Mengejar